LAPORAN PRAKTIKUM IKTIOLOGI SIRIP DAN JARI-JARI SIRIP

Written By M. Yazid on Sabtu, 15 Oktober 2011 | 21.14

LAPORAN  PRAKTIKUM IKTIOLOGI
SIRIP DAN JARI-JARI SIRIP
 Oleh : Fadli Pramana

I.    PENDAHULUAN


1.1.  Latar Belakang
Secara umum yang dimaksud dengan ikan adalah hewan vertebrata yang berdarah dingin, yang hidup di air, perkembangan dan keseimbangan badannya menggunakan sirip dan pada umumnya bernafas dengan insang. Sedangkan ilmu pengetahuan yang membahas tentang ikan dan segala aspek yang berhubungan dengannya adalah iktiologi.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi yang besar di bidang Perikanan. Luas wilayah Indonesia sebesar 7,9 juta km2 atau sekitar 81 % dari wilayah seluruh Indonesia. Sedangkan luas perairan Indonesia saat ini lebih kurang  14 juta Ha, yang terdiri dari sungai dan rawa sebesar 11,9 juta Ha, 1,78 juta Ha danau alam dan 0,93 juta Ha danau buatan. Hal ini merupakan potensi yang sangat bagus untuk pengembangan usaha perikanan. (SUMANTADINATA, K. 1983).
Dalam perairan Indonesia yang sangat luas ini mengandung lebih kurang 6000 jenis ikan yang belum teridentifikasi semuanya, dan ini merupakan sumberdaya hayati perikanan potensial bila dikelola secara maksimal tanpa mengganggu kelestarian sumberdaya tersebut akan memberikan sumbangan yang berarti bagi kesejahteraan masyarakat (EFFENDIE, 1979).
Sirip pada ikan berperan sangat penting dalam penentuan gerak ikan. Sirip pada ikan terdiri dari sirip punggung (D), sirip dada (P), sirip perut (V), sirip anus (A), dan sirip ekor (C). kelima sirip tersebut ada yang bersifat ganda seperti pada sirip dada dan sirip perut, sedangkan yang lain bersifat tunggal. Tidak semua ikan di bumi ini memiliki secara utuh kelima sirip tersebut secara sempurna. Melainkan ada yang tidak lengkap.

1.2. Tujuan dan Manfaat
     Laporan praktikum ini mempunyai tujuan agar mahasiswa dapat menambah wawasan dan mengetahui, memahami serta mengerti mengenai penggolongan sirip dan jari-jari sirip pada ikan.
Adapun manfaat dari hasil laporan praktikum ini diharapkan dapat digunakan sebagai sarana untuk memberikan informasi dasar mengenai penggolongan sirip dan jari-jari sirip pada ikan sehingga dapat berguna untuk praktikum-praktikum selanjutnya.









II. TINJAUAN PUSTAKA
           
            Pada ikan terdapat lima jenis sirip yang mempunyai fungsi berbeda-beda. Sirip pada ikan berperan dalam penentuan arah dan gerak pada ikan. Kelima sirip tersebut ada yang bersifat ganda dan ada yang bersifat tunggal. Tidak semua spesies ikan yang ada di permukaan bumi ini memiliki kelima sirip tersebut secara utuh. Sirip punggung ada yang menghilang dan ada juga yang bermodifikasi menjadi alat penghisap. Sedangkan sirip dada terletak pada bagian anterior badan dibelakang operculum. Sirip perut terletak pada sisi ventral badan didepan anus. Sirip anus terletak disisi ventral badan persis dibelakang anus. Sirip ekor terletak pada bagian paling anterior dari tubuh ikan, dengan bentuk dan ukuran yang bervariasi.(PENUNTUN PRAKTIKUM ICHTYOLOGY 2005).
Klasifikasi dari ikan pantau yaitu ordo Cypriniformes, famili Cyprinidae, genus Rasbora, Spesies Rasbora bornensis. Ciri-ciri ikan pantau adalah bentuk badannya agak memanjang, perut agak mendatar, mulut terminal dan sempit dan tidak bersungut. Sirip dada sama panjang dengan kepala. (KOTELAT et al, 1993).
            Klasifikasi ikan kapiek yaitu ordo Ostariophysi, famili Cyprinidae, genus Puntius, spesies Puntius schwanepeldi. Ciri-ciri ikan kapiek adalah bentuk tubuh simetris bilateral, bentuk tubuh pipih (Compressed), bibir atas tidak terpisah dari rahang bawah. Mulut protactile, mempunyai sepasang lubang hidung. (SAANIN, 1984). 
Klasifikasi dari ikan barau yaitu ordo Cypriniformes, famili Cyprinidae, genus  Hampala dan spesies Hampala macrolepidota. Ciri-ciri ikan barau yaitu bentuk tubuh bilateral simetris, mempunyai satu pasang sungut. Warna tubuh keperak-perakan, punggungnya berwarna gelap, mempunyai bercak hitam diantara sirip punggung. (KOTELAT et al, 1993).
            Klasifikasi ikan paweh yaitu ordo Ostariophysi, famili Ciprinidae, genus Osteochillus dan spesies Osteochilus hasselti. Ciri-ciri ikan paweh yaitu bentuk tubuh memanjang dan pipih, batang ekor separuh dari tinggi badan, kepala kecil dengan moncong tertutup rapat. Mempunyai dua pasang sungut, sisik agak besar, waran tubuh coklat kahijauan. (DELFIRAHMI, 1997).
Klasifikasi ikan teri  yaitu ordo Malacopterigh, famili Clupeidae, genus Stolephorus dan spesies Stolephorus commerson. Ikan ini memiliki ciri-ciri badan ramping, mulutnya lebar sampai lewat belakang mata, rahang bawah lebih pendek dari rahang atas, moncongnya tumpul. Sirip anus dimulai tepat dibawah bagian belakang sirip punggung. (KRISWANTORO dan SUNYOTO, 1986).
Klasifikasi ikan kembung laki-laki yaitu ordo Osteichthyes, family Scrombidae, genus Rastrelliger, spesies Rastrelliger branchysoma. Ciri-ciri ikan kembung yaitu bentuk tubuh torpedo, kepala tumpul, posisi mulut terminal, mulut non protactile dengan ukuran sedang. Pangkal sirip ekor bentuknya bulat kecil, jari-jarinya lunak sirip ekor bercabang dari pangkalnya. Dibelakang sirip punggung dan anus terdapat sirip tambahan yang kecil, sirip punggung ada dua yang letaknya berdekatan. (SAANIN, 1968).

           



III. BAHAN DAN METODE


3.1. Waktu dan Tempat
            Waktu pelaksanaan praktikum Iktiologi ini adalah pada hari Kamis, tanggal 24 Maret 2005, pukul 14.30-17.30 Wib, bertempat  Laboratorium Biologi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

3.2. Bahan dan Alat  
            Adapun bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah Ikan yang telah ditentukan pada masing-masing kelompok yaitu ikan pantau (Rasbora bornensis), ikan kapiek (Puntius schwanepeldi), ikan barau (Hampala macrolepidota), ikan paweh (Osteochilus hasselti), ikan teri (Stolephorus commersoni), ikan serai (Siluroides hypophthalmus), ikan kembung (Restrelliger branchysoma) yang berasal dari pasar kodim.
            Dan alat yang digunakan pada praktikum adalah nampan digunakan untuk wadah ikan, pulpen digunakan untuk menulis, pensil digunakan untuk menggambar ikan, penghapus untuk menghapus gambar yang salah, penggaris untuk mengukur, serbet untuk membersuhkan meja,  buku gambar dan buku penuntun praktikum.

3.3. Metoda Praktikum
            Metoda yang digunakan dalam  praktikum ini adalah metoda pengamatan secara langsung. Dengan cara mencatat morphometriknya seperti TL, SL, Bdh, dan Bdl. Selanjutnya memperhatikan sirip, posisi sirip, bentuk sirip ekor serta jari-jari sirip dan jumlahnya.




3.4. Prosedur Praktikum
            Adapun prosedur parktikum ini adalah ikan pantau (Rasbora bornensis), ikan kapiek (Puntius schwanepeldi), ikan barau (Hampala macrolepidota), ikan paweh (Osteochilus hasselti), ikan teri (Stolephorus commersoni), ikan serai (Siluroides hypophthalmus), ikan kembung (Restrelliger branchysoma) menjadi objek untuk di gambar, di amati dan melihat ciri-ciri yang ada pada ikan tersebut. Lalu catat morphometriknya seperti TL, SL, Bdh, dan Bdl. Selanjutnya memperhatikan sirip, posisi sirip, bentuk sirip ekor serta jari-jari sirip dan jumlahnya.


IV. HASIL DAN PEMBAHASAN



4.1. Hasil
Adapun hasil yang didapat dari praktikum sirip dan jari-jari sirip adalah :
           


Gambar 1. ikan pantau (Rasbora bornensis)
Klasifikasi dari ikan pantau yaitu ordo Cypriniformes, famili Cyprinidae, genus Rasbora, Spesies Rasbora bornensis.
            Ciri-ciri ikan pantau adalah bentuk badannya agak memanjang, perut agak mendatar, mulut terminal dan sempit dan tidak bersungut. Sirip dada sama panjang dengan kepala. Pada ikan dewasa terdapat garis warna gelap memanjang yang terdiri dari dua garis bintik-bintik. Ikan pantau mempunyai ukuran tubuh : TL 100mm, SL 80mm, Bdh 25 dan Hdl 20mm. Selain itu ikan pantau mempunyai P I.11 horizontal, V 8, A I.5, C 15 berbentuk cagak dan D I. 7.





Gambar 2.  Ikan kapiek (Puntius schwanepeldi)
            Klasifikasi ikan kapiek yaitu ordo Ostariophysi, famili Cyprinidae, genus Puntius, spesies Puntius schwanepeldi.
            Ciri-ciri ikan kapiek adalah bentuk tubuh simetris bilateral, bentuk tubuh pipih (Compressed), bibir atas tidak terpisah dari rahang bawah. Mulut protactile, mempunyai sepasang lubang hidung (monorhinous), mempunyai linea lateralis, sirip, ekor bercagak. Ukuran tubuhnya : TL 190mm, SL 155mm, Bdh 66mm dan Hdl 38mm. D I. 8, P 15 horizontal, V 10 dibelakang sirip dada, A I.5 didepan anus dan C 25 bercagak.


Gambar 3. ikan barau (Hampala macrolepidota)
Klasifikasi dari ikan barau yaitu ordo Cypriniformes, famili Cyprinidae, genus  Hampala dan spesies Hampala macrolepidota.
Ciri-ciri ikan barau yaitu bentuk tubuh bilateral simetris, mempunyai satu pasang sungut. Warna tubuh keperak-perakan, punggungnya berwarna gelap, mempunyai bercak hitam diantara sirip punggung. Ukuran tubuhnya : TL 180mm, SL 140mm, Bdh 50mm dan Hdl 45mm. Ikan barau mempunyai D I. 8, P 19 horizontal, V 8, A 7 dan C `16.








Gambar 4. Ikan paweh (Osteochilus hasselti)
            Klasifikasi ikan paweh yaitu ordo Ostariophysi, famili Ciprinidae, genus Osteochillus dan spesies Osteochilus hasselti.
            Ciri-ciri ikan paweh yaitu bentuk tubuh memanjang dan pipih, batang ekor separuh dari tinggi badan, kepala kecil dengan moncong tertutup rapat. Mempunyai dua pasang sungut, sisik agak besar, waran tubuh coklat kahijauan.  Dibagian perut, sirip ekor, anus berwarna kemerah-merahan. Disokong oleh D 18, P 13 horizontal, V 7 jauh dibelakang, A 7 dibelakang anus  dan C 19 bercagak.








Gambar 5.  ikan teri (Stolephorus commersoni)
Klasifikasi ikan teri  yaitu ordo Malacopterigh, famili Clupeidae, genus Stolephorus dan spesies Stolephorus commersoni.
Ikan ini memiliki ciri-ciri badan ramping, mulutnya lebar sampai lewat belakang mata, rahang bawah lebih pendek dari rahang atas, moncongnya tumpul. Sirip anus dimulai tepat dibawah bagian belakang sirip punggung. Ikan teri mempunyai ukuran tubuh TL 70mm, SL 60mm, Bdh 10mm dan Hdl 15mm. Selain itu ikan teri memiliki D 10, P 9, A 4 dan C 14.








Gambar 6. ikan kembung laki-laki(Restrelliger branchysoma)
Klasifikasi ikan kembung laki-laki yaitu ordo Osteichthyes, family Scrombidae, genus Rastrelliger, spesies Rastrelliger branchysoma.
Ciri-ciri ikan kembung yaitu bentuk tubuh torpedo, kepala tumpul, posisi mulut terminal, mulut non protactile dengan ukuran sedang. Pangkal sirip ekor bentuknya bulat kecil, jari-jarinya lunak sirip ekor bercabang dari pangkalnya. Dibelakang sirip punggung dan anus terdapat sirip tambahan yang kecil, sirip punggung ada dua yang letaknya berdekatan. Ukuaran tubuh ikan kembung : TL 140mm, SL 120mm, Bdh 32mm dan Hdl 35mm. D1 V, D2 I. 23, P 22, V 4 A 20 dan C 22.

4.2. Pembahasan
4.2.1 ikan pantau
Ciri-ciri ikan pantau adalah bentuk badannya agak memanjang, perut agak mendatar, mulut terminal dan sempit dan tidak bersungut. Sirip dada sama panjang dengan kepala. Pada ikan dewasa terdapat garis warna gelap memanjang yang terdiri dari dua garis bintik-bintik. Ikan yang termasuk dalam genus Rasbora mempunyai bentuk tubuh memanjang dan tubuh ditutupi oleh sisik Cycloid yang terdapat mulai dari belakang kepala sampai kebelakang ekor. Garis rusuk pada batang ekor terbentang pada pertengahan ekor. Sirip punggung berukuran pendek dan tidak memiliki jari-jari lemah, bentuk sirip ekor bercagak (KOTELAT et al, 1993).
4.2.2 ikan kapiek
Ciri-ciri ikan kapiek adalah bentuk tubuh simetris bilateral, bentuk tubuh pipih (Compressed), bibir atas tidak terpisah dari rahang bawah. Mulut protactile, mempunyai sepasang lubang hidung (monorhinous), mempunyai linea lateralis, sirip, ekor bercagak. Ikan ini mempunyai cirri marfologis moncong menonjol kedepan dan tumpul, kepala bersegi, tidak bersisik, mulut sub terminal, pada rahang atas terdapat dua lipatan bibir dan rahang bawah satu lipatan bibir. Lipatan bibir luar rahang atas sudut mulut menutupi bibir bawah.
4.2.3 ikan barau       
Ciri-ciri ikan barau yaitu bentuk tubuh bilateral simetris, mempunyai satu pasang sungut. Warna tubuh keperak-perakan, punggungnya berwarna gelap, mempunyai bercak hitam diantara sirip punggung dengan sirip perut. Sirip-siripnya berwarna kekuning-kuningan, pinggiran depan dari sirip punggung dan pinggiran luar dari sirip ekor berwarna hitam (KOTELAT et al, 1992).
4.2.4 ikan paweh
            Ciri-ciri ikan paweh yaitu bentuk tubuh memanjang dan pipih, batang ekor separuh dari tinggi badan, kepala kecil dengan moncong tertutup rapat. Mempunyai dua pasang sungut, sisik agak besar, waran tubuh coklat kahijauan.  Dibagian perut, sirip ekor, anus berwarna kemerah-merahan (DELFIRAHMI, 1997).
4.2.5 ikan teri
Tubuh ikan teri ramping kecil. Mulutnya lebar sampai lewat belakang mata. Rahang bawah lebih pendek daripada rahang atas,moncongnya tumpul. Sirip anus dimulai tepat dibawah bagian belakang sirip punggung. Ikan teri termasuk kedalam kelas cephalaspidomopi. Dan ikan teri termasuk monorhinous. Ikan teri mempunyai sirip lima buah dan sirip ekornya bercagak. Tubuh ikan teri meiliki sisik yang menutupi hampir semua bagian tubuhnya (DJUHANDA, 1981).
4.2.6 ikan kembung laki-laki
            Bentuk tubuh ikan kembung lelaki ini yaitu torpedo dan tergolong bilateral simetris. Ikan ini tergolong gnathostomata sehingga ikan ini memiliki rahang. Posisi mulut dari ikan ini yaitu terminal. Ikan ini mempunyai sisik yang menutupi sekitar bagian kepala. Kepalanya berbentuk tumpul. Ikan kembung lelaki mempunyai lima macam sirip. Dan sirip ekornya bercagak. Ikan Kembung Laki-Laki (Rastrelliger branchysoma) memiliki ciri-ciri sebagai berikut : bentuk tubuh eperti torpedo dan hidup disekitar dasar perairan dan permukaan perairan laut, tergolong kepada ikan pelagis yang menghendaki perairan bersalintas tinggi. Kebiasaan makannya adalah memangsa plankton besar/kasar, Capepoda atau Crustacea


V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan
            Dari hasil praktikum dan pembahasan maka dapat diambil kesimpulkan bahwa sirip ikan terbagi lima yaitu sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip anus dan sirip ekor. Semua ikan yang dipraktikumkan memiliki sirip yang sempurna. Dari bentuk sirip dapat kita ketahui kebiasaan-kebiasaan yang terdapat pada ikan misalnya pada ikan kembung laki-laki terdapat sirip tambahan untuk membantunya berenang cepat.

5.2. Saran
            Hendaknya dalam praktikum ini ikan ditentukan, sehingga praktikan mengetahui tentang sirip dan jari-jari sirip yang terdapat pada ikan. Selain itu praktikan juga harus mengerti tujuan dan manfaat praktikum, dan mempelajari metode-metode praktikum agar tidak kesulitan dalam menghadapi praktikum.
           



DAFTAR PUSTAKA



DELFIRAHMI, 1997. Keanekaragaman Jenis Ikan di Perairan (tawar, payau dan laut) Desa Campago Selatan, provinsi SUMBAR, FAPERIKA UNRI Pekan baru (tidak diterbitkan)

DJUHANDA, T, 1981 Dunia Ikan. Armico, Bandung 191 hal.

KOTELLAT et al, 1993. Fresh Water Fishes of Western Indonesia and Sulawesi, Periplus Edition Limited, Jakarta 293 p.

KRISWANTORO, M dan A. SUNYOTO, 1986. Mengenal Ikan Karya Bani Jakarta. 99 Hal.

NELSON, J.S. 1984. Fishes Of The World Second Edition, A Willey inter science Publication, USA523 p.

PENUNTUN PRAKTIKUM ICHTYOLOGY 2005. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Riau.

PULUNGAN, C.P. 1985. Morphometrik Ikan Selais, Siluroidea, di Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar Riau. Pusat Penelitian Universitas Riau. Pekanbaru. 1985
  
SANIN, H. 1976. identifikasi dan klasifikasi ikan edisi ke-3. tarsito, bandung. 200 Hal.

SUMANTADINATA, K. 1983 Pengembangbiakan ikan-ikan pemeliharaan di indonesia.

SUSANTO, H dan K AMRI., 1979. Budidaya Ikan Patin. Penebar Swadaya. Jakarta, 90 hal

DAFTAR ISI



                                                                                                                        Halaman

KATA PENGANTAR................................................................................................ i

DAFTAR ISI .............................................................................................................. ii

DAFTAR LAMPIRAN............................................................................................ iii
DAFTAR GAMBAR................................................................................................ iv
I. PENDAHULUAN......................................................................................
1.1. Latar Belakang....................................................................................................... 1      
1.2. Tujuan dan Manfaat............................................................................................... 2      

II. TINJAUAN PUSTAKA...........................................................................

III. BAHAN DAN METODE

3.1.  Waktu dan Tempat............................................................................................... 5
3.2. Bahan dan Alat..................................................................................................... 5
3.3. Metode Praktikum................................................................................................ 5
3.4.  Prosedur Praktikum.............................................................................................. 6

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN...............................................................
4.1. Hasil ..................................................................................................................... 7
4.2. Pembahasan........................................................................................................ 11

V. KESIMPULAN DAN SARAN................................................................
5.1. Kesimpulan ........................................................................................................ 14
5.2.  Saran................................................................................................................... 14

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN





LAMPIRAN


BUKU GAMBAR                                                                                       PENGGARIS






PENSIL & PENA                                                                            PENGHAPUS                                                                                   





NAMPAN/BAKI                                                                               SERBET




KATA PENGANTAR







            Puji syukur saya ucapkan pada kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga laporan praktikum yang berjudul “SIRIP DAN JARI-JARI SIRIP”  yang merupakan salah satu dari tugas praktikum ikhtiologi dapat penulis selesaikan.
Penulis telah berupaya semaksimal mungkin untuk kesempurnaan penulisan laporan ini. Namun tidak tertutup kemungkinan kesalahan dan kekurangan yang tidak disengaja. Untuk itu dengan rendah hati segala kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan pada masa yang akan datang.



                                                                                     Pekanbaru,29 Maret 2005

                                                                                           FADLI PRAMANA


0 komentar:

Poskan Komentar